|
KETUA MA : " CAPAIAN BUKAN UNTUK MELAMBATKAN TAPI UNTUK MENJADI ACUAN" |
|
|
|
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Jumat, 27 Januari 2012 |
JAKARTA – HUMAS, Negara - negara yang tergabung dalam Judicial
Integrity Group dan Regional Workshop yang berada di wilayah Asia
Tenggara dan Asia Pasifik mengadakan pertemuan “Regional Workshop on
Judicial Integrity in Southeast Asia: Integrity-based Judicial Reform”
yang dipusatkan di Hotel Borobudur, Jakarta, Indonesia pada Kamis –
Jumat,26 - 27 Januari 2012. Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua
Mahkamah Agung Republik Indonesia, DR.Harifin A Tumpa, SH., MH pada
pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah Ketua Mahkamah Agung wilayah
ASEAN dan Asia Pasifik, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Wakil Ketua MA
Bidang Non Yudisial, Para Ketua Muda, Ketua Komisi Yudisial, dan para
undangan lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh 8 negara ASEAN dan 6 negara
Asia Pasifik, diantaranya : Afghanistan, Australia, Bangladesh, Belanda,
China, Jerman, India, Indonesia, Filipina, Malaysia, Myanmar, Srilanka,
Laos, Singapura, Thailand, Timor Timur, New Zealand, dan Nepal
Pertemuan
Judicial Integrity Group akan memaparkan perkembangan terbaru dan
pendekatan paling mutakhir mengenai implementasi prinsip-prinsip
Bangalore di negara-negara ASEAN. Sementara itu, pada lokakarya regional
ini, Hakim, anggota badan peradilan dan akivis pemerhati peradilan
dapat mengadakan pertukaran pengalaman dan informasi dengan anggota
Judicial Integrity Group yang berasal dari berbagai belahan dunia.
Dalam
sambutannya, Ketua MA. DR.Harifin A Tumpa, SH., MH menyampaikan banyak
upaya - upaya yang sudah dilakukan oleh Mahkamah Agung RI dalam periode
5 tahun terakhir yang disesuaikan dengan prinsip Bangalore. beberapa di
antaranya adalah memastikan kode etik dan perilaku di ikuti secara
efektif dalam pemilihan / recruitment calon hakim dan penandatangan
pakta integritas.
Pada Tahun 2011 , badan pengawasan mahkamah agung
juga sudah melakukan audit kinerja dan integritas yang bertujuan untuk
memberikan keterbukaan informasi yang dapat meningkatkan kepercayaan
publik terhadap lembaga peradilan, memberikan pelayanan meja pengaduan
dan website , fasilitas sms pengaduan untuk pengaduan untuk lingkungan
peradilan ,dan menyelenggarakan MKH.
Upaya - upaya tersebut
membuahkan prestasi yang diantara nya adalah peringkat ke - 3 untuk
integritas 7 instansi vertikal hasil survey dari direktorat KPk dan
peringkat ke 6 dari 10 instansi untuk keterbukaan informasi di instansi
hasil survey dari Komisi Informasi Pusat, "Akan tetapi capaian yang ada
bukanlah untuk melambatkan kinerja tapi justru untuk menjadi acuan
sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan dapat terus di
jaga " ujar Ketua MA Harifin Tumpa SH, MH pada akhir sambutannya.(humas
/ats)
|
|
|
Dimuat Oleh Yosmedi
|
|
Jumat, 20 Januari 2012 |
GOTONG
ROYONG PERSIAPAN SOFT OPENING
MUSHALLA PA
PADANG PANJANG
gedung mushalla PA Padang Panjang
Tidak terasa hampir 3 (tiga)
bulan sejak proses peletakan batu pertama, akhirnya Mushalla Pengadilan Agama
Padang Panjang rampung sudah. Mushalla yang
sudah lama dicita-citakan oleh keluarga besar Pengadilan Agama Padang Panjang
ini akhirnya berdiri tegak dengan sempurna berdampingan dengan gedung
Pengadilan Agama Padang Panjang. Hilang sudah rasa letih melihat Mushalla tersebut
selesai 100 %.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Di Kejaksaan Agung, Dirjen Badilag Membeber Rahasia Dapurnya (12/1) |
|
|
|
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Kamis, 12 Januari 2012 |
Di Kejaksaan Agung, Dirjen Badilag Membeber Rahasia Dapurnya
Jakarta l Badilag.net
“Kami juga sudah
melakukan perubahan-perubahan. Tetapi mengapa yang kami lakukan ini
belum menggema? Jangankan di luar, di dalam pun belum. Jadi, faktor
sebenarnya apa sih?”
Yang mengucapkan
kata-kata itu adalah Ibu Aryani. Sehari-hari ia mengepalai Bagian Umum
Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung. Yang ditodongnya untuk memberikan
jawaban adalah Pak Wahyu—sapaan akrab Dirjen Badilag Mahkamah Agung
Wahyu Widiana.
Rabu siang
(11/1/2011), Dirjen Badilag memang diberi kehormatan untuk menjadi
pembicara dalam Forum Diskusi Pimpinan Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung.
Yang hadir dalam diskusi yang diprakarsai Changes for Justice Project
USAID itu puluhan. Ibu Aryani adalah salah satunya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 8 dari 52 |